Menurut
Fishman ed (1968), suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan
hukum, tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam
bahasa baku agar dapat menjadi anutan bagi masyarakat pengguna bahasa
Indonesia. Dalam pada itu perlu yang perlu diperhatikan ialah kaidah tentang
norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi
pembicaraan), pelaku bicara, dan topik pembicaraan.
Cara
pengungkapan adalah suatu media atau cara yang digunakan oleh seseorang atau
sekelompok orang untuk melakukan komunikasi, misalnya dengan cara:
A. Ragam bahasa Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang
dihasilkan alat ucap dengan fonemena sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan,
kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa
lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air
muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.
Kelebihan Ragam Bahasa lisan:
Di dalam ragam lisan unsur-unsur fungsi
gramatikal, seperti subjek, predikat, dan objek tidak selalu dinyatakan.
Unsur-unsur itu kadang-kadang dapat ditinggalkan. Hal ini disebabkan oleh
bahasa yang digunakan itu dapat dibantu oleh gerak, mimik, pandangan, anggukan,
atau intonasi.
1. Dapat
disesuaikan dengan situasi.
2. Faktor efisiensi.
3. Faktor
kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa yang dibicarakannya.
4. Lebih
bebas bentuknya karena faktor situasi yang memperjelas pengertian bahasa yang
dituturkan oleh penutur.
5. Penggunaan
bahasa lisan bisa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari informasi audit,
visual dan kognitif.
6. Bunyi
arbiter yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat
untuk bekomunikasi secara langsung
7. Dapat
bekerja sama dan identifikasi diri
8. Bahasa
lisan merupakan bahasa yang primer
9. Bahasa
lisan lebih ekspresif,dmana mimik,intonasi,dan gerakan tubuh dapat bercampur
menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan.
Kelemahan Ragam bahasa lisan:
Ragam lisan sangat terikat pada kondisi,
situasi, ruang dan waktu. Apa yang dibicarakan secara lisan di dalam sebuah
ruang kuliah, hanya akan berarti dan berlaku untuk waktu itu saja. Apa yang
diperbincangkan dalam suatu ruang diskusi belum tentu dapat dimengerti oleh
orang yang berada di luar ruang.
1. Bahasa
lisan berisi beberapa kalimat yang tidak lengkap, bahkan terdapat frase-frase
sederhana.
2. Penutur
sering mengulangi beberapa kalimat.
3. Tidak semua orang bisa melakukan bahasa lisan
secara baik.
4. Aturan-aturan bahasa yang dilakukan seringkali
menggunakan ragam tidak formal.
B. Ragam bahasa Tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang
dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya.
Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping
aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis,
kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun
susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan
tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Kelebihan Ragam Bahasa tulisan:
Ragam tulis tidak terikat oleh situasi,
kondisi, ruang, dan waktu.
1. adanya
kosa kata yang berpedoman
2. adanya tanda baca dalam mengungkapan ide
3. adanya
ketepatan dalam pilihan kata
4. Informasi
yang disajikan bisa dipilih untuk dikemas sebagai media atau materi yang
menarik dan menyenangkan.
5. Umumnya
memiliki kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat.
6. Sebagai
sarana memperkaya kosakata.
7. Dapat
digunakan untuk menyampaikan maksud, membeberkan informasi atau mengungkap
unsur-unsur emosi sehingga mampu mencanggihkan wawasan pembaca.
Kelemahan Ragam bahasa tulisan:
Ragam tulis perlu lebih terang dan lebih
lengkap daripada ragam lisan. Fungsi-fungsi gramatikal harus nyata karena ragam
tulis tidak mengharuskan orang kedua berada di depan pembicara. Kelengkapan
ragam tulis menghendaki agar orang yang “diajak bicara” mengerti isi tulisan
itu. Contoh ragam tulis ialah tulisan-tulisan dalam buku, majalah, dan surat
kabar.
1. Alat
atau sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak ada
akibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna.
2. Tidak
mampu menyajikan berita secara lugas, jernih dan jujur, jika harus mengikuti
kaidah-kaidah bahasa yang dianggap cenderung miskin daya pikat dan nilai jual.
3. Yang
tidak ada dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas/ditolong, oleh karena itu
dalam bahasa tulisan diperlukan keseksamaan yang lebih besar.
Berdasarkan
beberapa cirri serta kelebihan dan kelemahan yang dimiliki oleh ragam bahasa
lisan maupun tulis, berikut ini dapat kita tarik beberapa perbedaan diantara
kedua ragam bahasa tersebut.
• Bahasa lisan didukung isyarat paralinguistik.
• Bahasa tulis dapat menyimpan informasi
tanpa bergantung pada ruang dan waktu.
• Bahasa tulis dapat memindahkan bahasa
dari bentuk oral ke bentuk visual, memungkinkan kata-kata lepas dari konteks
aslinya.
• Sintaksis bahasa lisan kurang
terstruktur dibandingkan dengan sintaksis bahasa tulis.
• Bahasa tulis banyak mengandung penanda
metalingual yang menghubungkan antara frasa-klausa.
• Struktur bahasa tulis umumnya
subjek-predikat, bahasa lisan memiliki struktur ‘topik-sebutan’ (topic-comment)
(Givon).
• Bahasa lisan jarang menggunakan
konstruksi pasif.
• Bahasa lisan sering mengulangi bentuk
sintaksis.
• Bahasa lisan dapat diperhalus sambil
terus berbicara.
Sumber :
http://echanfebriharvandha.blogspot.com/2012/10/ragam-bahasa-cara-cara-pengungkapan.html
No comments:
Post a Comment