1. Pengertian Diksi
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya)
untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang
diharapkan.
Setiap kata memiliki
makna tertentu untuk membuat gagasan yang ada dalam benak seseorang. Bahkan
makna kata bias saja “diubah” saat digunakan dalam kalimat yang berbeda. Hal
ini mengisyaratkan bahwa makna kata yang sebenarnya akan diketahui saat
digunakan dalam kalimat. Lebih dari itu, bias saja menimbulkan dampak atau
reaksi yang berbeda jika digunakan dalam kalimat yang berbeda.
Menurut Gorys Keraf
(2002), pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat
nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk
menentukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki
kelompok masyarakat pendengar.
2. Fungsi Diksi
Adapun fungsi diksi dalam penggunaannya
antara lain :
a.
Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal.
b. Membentuk gaya ekspresi gagasan yang
tepat (sangat resmi, resmi, atau tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.
c.
Menciptakan komunikasi yang baik dan benar.
d.
Menciptakan suasana yang tepat.
e.
Mencegah perbedaan penafsiran.
f.
Mencegah salah pemahaman.
g.
Mengefektifkan pencapaian target komunikasi.
3.
Ketetapan
dan Ketersediaan Diksi
Pemakaian kata mencakup dua masalah
pokok yaitu ketepatan dan kesesuaian.
- Ketepatan ialah hal yang menyangkut makna, logika, dan kesamaan maksud.
- Kesesuaian yaitu kecocokan dengan konteks sosial; apakah kata-kata yang dipilih atau dipakai dapat diterima oleh masyarakat, pendengar atau pembaca. Terutama yang lebih penting adalah; apakah pilihan kata yang kita pakai sudah merupakan pilihan kata yang baku.
Seandainya
kita dapat memilih kata dengan tepat, maka tulisan atau pembicaraan kita akan
mudah menimbulkan gagasan yang sama pada imajinasi pembaca atau pendengar.
Utnuk mengetahui tepat tidaknya kata-kata yang kita gunakan, bisa dilihat dari
reaksi orang yang menerima pesan kita, baik yang disampaikan secara lisan
maupun tulisan.
Agar
dapat memilih kata-kata yang tepat, maka ada beberapa syarat yang harus
diperhatikan berikut ini :
a.
Harus bisa membedakan secara cermat kata-kata denotatif dan konotatif ;
bersinonim dan hamper bersinonim; kata-kata yang mirip dalam ejaannya, seperti
koorperasi-korporasi; interfensi-interferensi.
b.
Hindari kata-kata ciptaan sendiri atau mengutip kata-kata orang terkenal yang
belum diterima di masyarakat.
c.
Waspadalah dalam menggunakan kata-kata yang berakhiran asing atau bersufiks
bahasa asing, seperti : kultur-kultural, biologi-biologis, idom-idiomatik,
strategi-strategis.
d.
Kata-kata yang menggunakan kata depan harus digunakan secara idiomatic, seperti
kata ingat harus ingat akan bukan ingat terhadap.
e.
Kita harus membedakan kata khusus dan kata umum.
f. Kita harus memperhatikan perubahan
makna yang terjadi pada kata-kata yang sudah dikenal.
g. Kita harus memperhatikan kelangsungan
pilihan kata.
4.
Elemen
Diksi
·
Fonem
Fonem sebuah istilah linguistik dan
merupakan satuan terkecil dalam sebuah bahasa yang masih bisa menunjukkan
perbedaan makna. Fonem berbentuk bunyi.
Misalkan dalam bahasa Indonesia bunyi
[k] dan [g] merupakan dua fonem yang berbeda, misalkan dalam kata
"cagar" dan "cakar". Tetapi dalam bahasa Arab hal ini
tidaklah begitu. Dalam bahasa Arab hanya ada fonem /k/.
Sebaliknya dalam bahasa Indonesia bunyi
[f], [v] dan [p] pada dasarnya bukanlah tiga fonem yang berbeda. Kata provinsi
apabila dilafazkan sebagai [propinsi], [profinsi] atau [provinsi] tetap sama
saja.
- Silabel
Suku kata atau silabel (bahasa Yunani:
συλλαβή sullabē) adalah unit pembentuk kata yang tersusun dari satu fonem atau
urutan fonem. Sebagai contoh, kata wiki terdiri dari dua suku kata: wi dan ki.
Silabel sering dianggap sebagai unit pembangun fonologis kata karena dapat
mempengaruhi ritme dan artikulasi suatu kata.
- Konjungsi
Konjungsi kata atau ungkapan yang
menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan
frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat. Contoh: dan, atau,
serta.
Preposisi dan konjungsi adalah dua kelas
yang memiliki anggota yang dapat beririsan. Contoh irisannya adalah karena,
sesudah, sejak, sebelum.
- Nomina
Nomina atau kata benda adalah kelas kata
yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang
dibendakan. Kata benda dapat dibagi menjadi dua: kata benda konkret untuk benda
yang dapat dikenal dengan panca indera (misalnya buku), serta kata benda
abstrak untuk benda yang menyatakan hal yang hanya dapat dikenal dengan pikiran
(misalnya cinta).
Selain itu, jenis kata ini juga dapat dikelompokkan
menjadi kata benda khusus atau nama diri (proper noun) dan kata benda umum atau
nama jenis (common noun). Kata benda nama diri adalah kata benda yang mewakili
suatu entitas tertentu (misalnya Jakarta atau Ali), sedangkan kata benda umum
adalah sebaliknya, menjelaskan suatu kelas entitas (misalnya kota atau orang).
- Verba
Verba (bahasa Latin: verbum,
"kata") atau kata kerja adalah kelas kata yang menyatakan suatu
tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Jenis kata
ini biasanya menjadi predikat dalam suatu frasa atau kalimat. Berdasarkan
objeknya, kata kerja dapat dibagi menjadi dua: kata kerja transitif yang
membutuhkan pelengkap atau objek seperti memukul (bola), serta kata kerja
intransitive yang tidak membutuhkan pelengkap seperti lari.
- Infleksi
Adalah proses penambahan morpheme infleksional
kedalam sebuah kata yang mengandung indikasi gramatikal seperti jumlah, orang,
gender, tenses, atau aspek.
5.
Kesalahan dalam Pemilihan Diksi
a. Menggunakan dua kata
bersinonim dalam satu frasa.
b. Menggunakan kata
tanya yang tidak menanyakan sesuatu: di mana, yang mana, bagaimana, mengapa,
dan lain-lain.
c. Menggunakan kata
berpasangan yang tidak sepadan: tidak hanya-tetapi seharusnya tidak
hanya-tetapi juga; bukan hanya-tetapi seharusnya bukan hanya-melainkan juga.
d. Menggunakan kata
berpasangan secara idiomatik yang tidak bersesuaian. Misalnya: sesuai bagi
seharusnya sesuai dengan; membicarakan tentang seharusnya berbicara tentang
atau membicarakan sesuatu.
e. Diksi atau kalimat
kurang baik (kurang santun).
http://tugasmanajemen.blogspot.com/2011/04/pengertian-fungsi-dan-elemen-elemen.html
No comments:
Post a Comment