A.
Pengertian
Kalimat
Menuruy
wikipedia Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang
dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap.
Menurut Widjono
HS, kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang merupakan kesatuan pemikiran. Dalam
bahasa lisan kalimat diawali dan diakhiri dengan kesenyapan, dan dalam bahasa
tertulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda
seru, atau tanda tanya.
B.
Unsur – unsur
kalimat
Unsur-unsur
kalimat tersebut adalah subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (P), dan
keterangan (K).
1.
Subjek
Subjek merupakan
unsur kalimat berupa nomina, frasa nominal atau klausa.
Ciri-ciri
subjek antara lain:
·
Jawaban
apa atau siapa
·
Didahului
kata bahwa
·
Berupa
kata atau frasa benda (nomina)
·
Disertai
dengan kata ini atau itu
·
Disertai
pewatas yang
·
Kata
sifat didahului kata si atau sang: si cantik, si hitam, sang perkasa
·
Tidak
didahului preposisi: di, dalam, pada, kepada, bagi, untuk, dari, menurut,
berdasarkan, dan lain-lain.
·
Tidak
dapat diingkarkan dengan kata tidak, tetapi dapat dengan kata bukan.
Contoh :
·
Serigala
binatang liar.
·
Berjalan
kaki menyehatkan badan.
2.
Predikat
Predikat
merupakan unsur kalimat yang menjelaskan subjek. Predikat dapat berupa frasa
verbal atau frasa adjektival, frasa nominal, frasa verbal, frasa adjektival.
Predikat
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
·
Bagian
kalimat yang menjelaskan pokok kalimat,
·
Dalam
kalimat susun biasa, prediket berada langsung di belakang subjek,
·
Predikat
umumnya diisi oleh verba atau frasa verba,
·
Dalam
kalimat susun biasa (S-P) prediket berintonasi lebih rendah,
·
Predikat
merupakan unsur kalimat yang mendapatkan partikel –lah,
·
Predikat
dapat merupakan jawaban dari pertanyaan apa yang dilakukan (pokok kalimat) atau
bagaimana (pokok kalimat).
Contoh :
·
Pria
itu tampan sekali.
·
Dia
sedang tidur.
3.
Objek
Objek merupakan
unsur yang melengkapi predikat. Objek dapat berupa nominal atau frasa nominal.
Ciri-ciri objek:
·
Berupa
kata benda
·
Tidak
didahului kata depan
·
Mengikuti
secara langsung di belakang predikat transitif
·
Jawaban
apa atau siapa yang terletak di belakang predikat transitif
·
Dapat
menduduki fungsi subjek apabila kalimat itu dipasifkan.
Contoh :
·
Saya
ingin menemui kamu.
·
Sapto
mengajar bahasa Indonesia.
4.
Pelengkap
Pelengkap sering
dicampuradukkan dengan objek. Pelengkap berwujud frasa nominal, frasa verbal,
frasa adjektival, dan frasa preposisional.
Pelengkap
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
·
Kehadirannya
dituntut oleh predikat aktif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefiks
ber dan predikat pasif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefiks di-
atau ter
·
Pelengkap
merupakan fungsi kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba dwitransitif
pengisi predikat
·
Pelengkap
merupakan unsur kalimat yang kehadirannya mengikuti predikat yang diisi oleh
verba adalah, ialah, merupakan, dan menjadi
Contoh :
·
Dia
berdagang barang-barang elektronikdi Klitikan.
·
Ayuk
belajar IPS
5.
Keterangan
Keterangan
merupakan unsur kalimat yang paling beragam dan paling mudah berpindah
letaknya.
Keterangan
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
·
Umumnya
merupakan keterangan tambahan atau unsur yang tidak wajib dalam kalimat
·
Keterangan
dapat berpindah tempat tanpa merusak struktur dan makna kalimat
·
Keterangan
diisi oleh adverbia, adjektiva, frasa adverbial, frasa adjektival, dan klausa
terikat
Contoh :
·
Rina
mencuci bajunya tadi malam.
·
Di
bagasi mobil Rere terparkir dengan rapi.
C.
Pola – pola kalimat
Pola Kalimat
Berdasarkan pola
dasarnya, Badudu (1990: 32) mengungkapkan pola :
1. S-P
Karto tidur.
2. S-P-O
Sinta makan
nasi.
3. S-P-Pel
Cincinnya
bertahtakan berlian.
4. S-P-K
D’Bagindas
konser di Tokyo Dome.
5. S-P-O-Pel
Yuli menamai
kura-kuranya Kira.
6. S-P-O-Pel-K
Setiap pagi
Harmo membuatkan semua member nasi goreng.
7. S-P-O-K
Enci minum susu
strawberry setiap hari.
8. S-P-Pel-K.
Semua member
sedih ketika Karno masuk militer.
Contoh :
1. S-P
Desi belajar
2. S-P-O
Iyan menonton
drama
3. S-P-Pel
Mita tertawa
terbahak-bahak
4. S-P-K
Karto pergi ke
Indonesia
5. S-P-O-Pel
Ohno sedang
mencarikan ikan untuk kucingnya Nino
6. S-P-O-Pel-K
Setiap pagi
Akbar senam bersama Hana
7. S-P-O-K
Ono memancing
ikan setiap sore
8. S-P-Pel-K
Mita tertawa
terbahak-bahak ketika melihat Desi tercebur ke dalam kolam ikan
Kedelapan pola
kalimat dasar ini dapat diperluas dengan berbagai keterangan dan dapat pula
pola-pola dasar itu digabung-gabungkan sehingga kalimat menjadi luas dan
kompleks.
D.
Jenis – Jenis Kalimat
1.
Berdasarkan
jumlah klausanya, kalimat dibagi menjadi:
a.
Kalimat
Tunggal, yaitu kalimat terdiri atas satu klausa. Kalimattunggal terbagi atas:
1)
Kalimat
berpredikat verbal, yang terbagi atas:
a)
Berdasarkan
kemungkinan kehadiran nomina atau frasanominal objeknya:
(1)
Kalimat
taktransitif, yaitu kalimat yang tak berobjek dantak berpelengkap hanya
memiliki dua unsur wajib, yaknisubjek dan predikat.
Contoh:- Bu Camat sedang berbelanja.
-Padinya menguning.
(2) Kalimat ekatransitif, yaitu kalimat
aberobjek dan tidak berpelengkap
memiliki tiga unsur wajib, yaitu subjek, predikat, dan objek.
Contoh:- Pemerintah akan memasok semua
kebutuhan lebaran.
- Dia memberangkatkan kereta api
itu terlalu cepat.
(3) Kalimat dwitransitif, yaitu kalimat
memiliki objek dan pelengkap.
Contoh:- Saya harus membelikan anak saya
hadiah ulang tahun.
- Kamu harus membuatkan Pak Ali
laporan tahunan.
b) Berdasarkan peran subjeknya:
(1) Kalimat aktif
(2) Kalimat pasif
2) Kalimat
berpredikat adjektival
3) Kalimat
berpredikat nominal (termasuk pronominal)
4) Kaliamat
berpredikat numeral
5) Kalimat
berpredikat frasa preposisional
b.
Kalimat Majemuk, yang terbagi atas:
1) Kalimat majemuk setara
2) Kalimat majemuk bertingkat
2.
Berdasarkan bentuk atau kategori sintaksisnya, kalimat dibagi menjadi:
a.
Kalimat deklaratif atau kalimat berita
b.
Kalimat imperatif atau kalimat perintah
c.
Kalimat interogatif atau kalimat tanya
d.
Kalimat ekslamatif atau kalimat seruan
3.
Berdasarkan kelengkapan unsurnya, kalimat dibedakan atas:
a.
Kalimat lengkap atau kalimat major
b.
Kalimat taklengkap atau kalimat minor
4.
Berdasarkan susunan unsur subjek dan predikat, kalimat dibedakan atas:
a. Kalimat biasa
b. Kalimat
inversi
E.
Kata Pengubung
Ungkapan/kata
penghubung intrakalimat adalah ungkapan/kata dalam sebuah kalimat yang
berfungsi menghubungkan unsur-unsur kalimat.
Ungkapan/kata
penghubung intrakalimat itu tidak pernah digunakan pada awal sebuah kalimat,
kecuali jika kata itu digunakan pada anak kalimat yang mendahului induk
kalimat, seperti karena. Oleh karena itu, kata-kata yang tergolong ke dalam
ungkapan/kata penghubung itu tidak pernah/ tidak boleh ditulis dengan huruf
kapital. Contoh kata penghubung itu adalah
... dan .... ...
agar ....
... yang ....
...
sehingga ....
... bahwa ....
... karena ....
Selain,dalam
bahasa Indonesia terdapat ungkapan/kata penghubung intrakalimat yang
penulisannya selalu didahului oleh tanda koma, seperti ... ,
sedangkan ....
...., tetapi ....
Contoh:
(1) la dan
adiknya pergi ke Surabaya.
(2) la tidak
masuk sekolah karena sakit.
(3) Karena
sakit, ia tidak masuk sekolah.
(4) la sangat
rajin belajar sehingga tidak
pernah menemui
kesulitan di sekolah.
(5) la selalu
berusaha keras agar cita-citanya
dapat tercapai.
(6) Anak itu
pandai, tetapi sayang teman bergaulnya
terbatas.
(7) Bagaimana
aku dapat rnenolongmu, sedangkan
aku sendiri
kekurangan.
Sumber :