Kepemimpinan
adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang
diorganisasi dalam upaya pencapaian tujuan. Cara alamiah mempelajari
kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti
pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi.
Tipe-Tipe
Kepemimpinan :
1.
Tipe Otokratis ciri-cirinya antara lain :
Ø
Mengandalkan kepada kekuatan atau kekuasaan
Ø
Menganggap dirinya paling berkuasa
Ø
Keras dalam mempertahankan prinsip
Ø
Jauh dari para bawahan
Ø
Perintah diberikan secara paksa
2.
Tipe Laissez Faire ciri-cirinya antara lain
:
Ø
Memberi kebebasan kepada para bawahan
Ø
Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan
Ø
Sema pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan
kepada bawahan
Ø
Tidak mempunyai wibawa
Ø
Tidak ada koordinasi dam pengawasan yang baik
3.
Tipe Paternalistik ciri-cirinya antara lain
:
Ø
Pemimpin bertindak sebagai bapak
Ø
Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum
dewasa
Ø
Selalu memberikan perlindungan
Ø
Keputusan ada ditangan pemimpin
4.
Tipe Militeristik ciri-cirinya antara lain
:
Ø
Dalam komunikasi menggunakan saluran formal
Ø
Menggunakan sistem komando / perintah
Ø
Segala sesuatu bersifat formal
Ø
Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku
5.
Tipe Demokratis ciri-cirinya antara lain :
Ø
Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi
Ø
Bersifat terbuka
Ø
Bawahan diberi kesempatan untuk memberi saran
dan ide-ide baru
Ø
Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah
untuk mufakat
Ø
Menghargai potensi individu
6.
Tipe Open Leadership, tipe yang hampir
sama dengan demokratis. Namun, berbeda dalam hal pengambilan keputusan karena keputusan
ada di tangan pemimp.
KASUS
5 : “Kehilangan Kursi”
Sebuah
organisasi manufacturing yang mempunyai karyawan sekitar 270 orang
memperkerjakan seorang manajer pabrik baru dengan maksud untuk mengurangi biaya
produksi, meningkatkan kualitas produk, dan memperbaiki produktivitas karyawan.
Pekerjaan melelahkan dan kondisi pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan karena
panas & debu yang dihasilkan oleh proses produksi. Hari kerja dibagi
menjadi 3 shift, dimana setiap shift adalah 8 jam, tanpa waktu makan secara
eksplisit. Para karyawan biasanya membeli minuman & makanan dari
warung-warung sekitar pabrik dan makan minum sambil bekerja. Teknisi keamanan
pabrik mengemukakan bahwa gang-gang yang digunakan untuk lalu lintas truk-truk
pengangkut barang sering terhambat atau terganggu oleh lalu lalang para
karyawan yang membeli makanan. Manajer baru mengambil keputusan untuk membangun
sebuah cafetaria untuk mengurangi biaya keamanan dan untuk memberikan karyawan
tempat makan yang jauh dari proses produksi yang tidak menyenangkan.
Setelah
bangunan cafetaria selesai, para karyawan mulai makan di tempat itu sesuai yang
diharapkan. Bagaimanapun juga, meninggalkan tempat kerja untuk menggunakan
waktu secara implisit untuk beristirahat para karyawan sudah salah, sehingga
waktu untuk pekerjaan tersita dan produktivitas menurun drastis. Manajer pabrik
akhirnya memutuskan untuk menghindari para karyawan mondar-mandir ke cafetaria,
dia akan memindahkan kursi-kursi. Para karyawan lantas marah karena kenyamanan
yang selama ini diberikan direnggut. Konsultan pengembangan organisasi setelah
diperkenalkan memperoleh informasi dari serangkaian wawancara bahwa para
karyawan tidak pernah mengharapkan adanya cafetaria, melainkan mereka ingin
lokasi yang lebih aman dari truk-truk pengangkut barang.
PERTANYAAN
Apa kesalahan-kesalahan pokok yang dibuat manejemen dalam proses perubahan tersebut? Jelaskan !!
Apa kesalahan-kesalahan pokok yang dibuat manejemen dalam proses perubahan tersebut? Jelaskan !!
1.
Waktu Istirahat
Dalam kasus ini disebutkan bahwa waktu makan tidak ditetapkan secara eksplisit. Akibatnya, para pekerja bisa bebas kapan saja menentukan waktu makan dan minum mereka meskipun dalam jam-jam sibuk karena tidak ada peraturan yang mengatur untuk itu.
hal ini hanya akan menurunkan produktifitas karena karyana tidak fokus ke pekerjaan. Seharusnya, dalam suatu orgaisasi diperlukan adanya Time Management agar produktifitas meningkat dan sesuai yang diinginkan. Timing kerja dan jadwal istirahat harus sangat jelas, atasan dan karyawan harus bekerja bersama-sama, sehingga tidak ada masalah dengan jadwal waktu karyawan.
Dalam kasus ini disebutkan bahwa waktu makan tidak ditetapkan secara eksplisit. Akibatnya, para pekerja bisa bebas kapan saja menentukan waktu makan dan minum mereka meskipun dalam jam-jam sibuk karena tidak ada peraturan yang mengatur untuk itu.
hal ini hanya akan menurunkan produktifitas karena karyana tidak fokus ke pekerjaan. Seharusnya, dalam suatu orgaisasi diperlukan adanya Time Management agar produktifitas meningkat dan sesuai yang diinginkan. Timing kerja dan jadwal istirahat harus sangat jelas, atasan dan karyawan harus bekerja bersama-sama, sehingga tidak ada masalah dengan jadwal waktu karyawan.
2. Membangun Cafetaria
Tujuan membangun Cafetaria adalah untuk mengurangi biaya keamanan dan untuk memberikan kepada karyawan sebuah tempat makan jauh dari proses produksi yang tidak menyenangkan. Di bangunnya cafetaria ini memberikan dampak buruk yaitu menurunnya produktifitas karyawan. Kenyamanan yang diberikan terlalu memanjakan karyawan, hal ini kurang baik untuk produktifitas karyawan.
Tujuan membangun Cafetaria adalah untuk mengurangi biaya keamanan dan untuk memberikan kepada karyawan sebuah tempat makan jauh dari proses produksi yang tidak menyenangkan. Di bangunnya cafetaria ini memberikan dampak buruk yaitu menurunnya produktifitas karyawan. Kenyamanan yang diberikan terlalu memanjakan karyawan, hal ini kurang baik untuk produktifitas karyawan.
Tipe Kepemimpinan
Tipe kepemimpinan manager yang di
atas menerut saya adalah Tipe Otokratis karena manager jauh dari bawahannya.
itu dubuktikannya dengan mengambil keputusan secara sepihak tanpa adanya usul
dari bawahan.
No comments:
Post a Comment