Tuesday, January 28, 2014

Kepemimpinan Dalam Organisasi

   
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi dalam upaya pencapaian tujuan. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi.

Tipe-Tipe Kepemimpinan :
1.        Tipe Otokratis ciri-cirinya antara lain :
Ø  Mengandalkan kepada kekuatan atau kekuasaan
Ø  Menganggap dirinya paling berkuasa
Ø  Keras dalam mempertahankan prinsip
Ø  Jauh dari para bawahan
Ø  Perintah diberikan secara paksa
2.          Tipe Laissez Faire ciri-cirinya antara lain :
Ø  Memberi kebebasan kepada para bawahan
Ø  Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan
Ø  Sema pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan
Ø  Tidak mempunyai wibawa
Ø  Tidak ada koordinasi dam pengawasan yang baik
3.          Tipe Paternalistik ciri-cirinya antara lain :
Ø  Pemimpin bertindak sebagai bapak
Ø  Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa
Ø  Selalu memberikan perlindungan
Ø  Keputusan ada ditangan pemimpin
4.          Tipe Militeristik ciri-cirinya antara lain :
Ø  Dalam komunikasi menggunakan saluran formal
Ø  Menggunakan sistem komando / perintah
Ø  Segala sesuatu bersifat formal
Ø  Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku
5.          Tipe Demokratis ciri-cirinya antara lain :
Ø  Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi
Ø  Bersifat terbuka
Ø  Bawahan diberi kesempatan untuk memberi saran dan ide-ide baru
Ø  Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat
Ø  Menghargai potensi individu
6.           Tipe Open Leadership, tipe yang hampir sama dengan demokratis. Namun, berbeda dalam hal pengambilan keputusan karena keputusan ada di tangan pemimp.
 KASUS 5 : “Kehilangan Kursi” 
Sebuah organisasi manufacturing yang mempunyai karyawan sekitar 270 orang memperkerjakan seorang manajer pabrik baru dengan maksud untuk mengurangi biaya produksi, meningkatkan kualitas produk, dan memperbaiki produktivitas karyawan. Pekerjaan melelahkan dan kondisi pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan karena panas & debu yang dihasilkan oleh proses produksi. Hari kerja dibagi menjadi 3 shift, dimana setiap shift adalah 8 jam, tanpa waktu makan secara eksplisit. Para karyawan biasanya membeli minuman & makanan dari warung-warung sekitar pabrik dan makan minum sambil bekerja. Teknisi keamanan pabrik mengemukakan bahwa gang-gang yang digunakan untuk lalu lintas truk-truk pengangkut barang sering terhambat atau terganggu oleh lalu lalang para karyawan yang membeli makanan. Manajer baru mengambil keputusan untuk membangun sebuah cafetaria untuk mengurangi biaya keamanan dan untuk memberikan karyawan tempat makan yang jauh dari proses produksi yang tidak menyenangkan.
  
Setelah bangunan cafetaria selesai, para karyawan mulai makan di tempat itu sesuai yang diharapkan. Bagaimanapun juga, meninggalkan tempat kerja untuk menggunakan waktu secara implisit untuk beristirahat para karyawan sudah salah, sehingga waktu untuk pekerjaan tersita dan produktivitas menurun drastis. Manajer pabrik akhirnya memutuskan untuk menghindari para karyawan mondar-mandir ke cafetaria, dia akan memindahkan kursi-kursi. Para karyawan lantas marah karena kenyamanan yang selama ini diberikan direnggut. Konsultan pengembangan organisasi setelah diperkenalkan memperoleh informasi dari serangkaian wawancara bahwa para karyawan tidak pernah mengharapkan adanya cafetaria, melainkan mereka ingin lokasi yang lebih aman dari truk-truk pengangkut barang. 

PERTANYAAN
Apa kesalahan-kesalahan pokok yang dibuat manejemen dalam proses perubahan tersebut? Jelaskan !!
 1. Waktu Istirahat

Dalam kasus ini disebutkan bahwa waktu makan tidak ditetapkan secara eksplisit. Akibatnya, para pekerja bisa bebas kapan saja menentukan waktu makan dan minum mereka meskipun dalam jam-jam sibuk karena tidak ada peraturan yang mengatur untuk itu.
hal ini hanya akan menurunkan  produktifitas karena karyana tidak fokus ke pekerjaan. Seharusnya, dalam suatu orgaisasi diperlukan adanya Time Management agar produktifitas meningkat dan sesuai yang diinginkan. Timing kerja dan jadwal istirahat harus sangat jelas, atasan dan karyawan harus bekerja bersama-sama, sehingga tidak ada masalah dengan jadwal waktu karyawan.
2. Membangun Cafetaria
Tujuan membangun Cafetaria adalah untuk mengurangi biaya keamanan dan untuk memberikan kepada karyawan sebuah tempat makan jauh dari proses produksi yang tidak menyenangkan. Di bangunnya cafetaria ini memberikan dampak buruk yaitu menurunnya produktifitas karyawan. Kenyamanan yang diberikan terlalu  memanjakan karyawan, hal ini kurang baik untuk produktifitas karyawan.

Tipe Kepemimpinan
Tipe kepemimpinan manager yang di atas menerut saya adalah Tipe Otokratis karena manager jauh dari bawahannya. itu dubuktikannya dengan mengambil keputusan secara sepihak tanpa adanya usul dari bawahan.


No comments:

Post a Comment