1. Dinamika Konflik
Konflik biasanya timbul sebagai
hasil adanya masalah-masalah hubungan pribadi(ketidaksesuaian tujuan atau
nilai-nilai pribadi karyawan dengan perilaku yang harus diperankan pada
jebatannya,atau perbedaan persepsi) dan struktur organisasi (perebutan sumber
daya-sumber daya yang terbatas,pertarungan antar departemen dan sebagainya. Pada
hekaktnya konflik merupakan suatu pertarungan menang kalah antara kelompok atau
perorangan yang berbeda kepentingannya satu sama lain dalam organisasi. Dalam
materi ini ini,pembahasan akan dimulai dengan membicarakan tentang pengertian
berbagai jenis konflik.kemudian konflik antar pribadi diuraikan dengan kerangka
jendela johari dan strategi-strategi penyelesaiannya.
v
Jenis-jenis
konflik
Orang
mengelompokkan konflik ke dalam :
1. Konflik
peranan yang terjadi di dalam diri seseorang ( personrole conflict ).dimana
peraturan yang berlaku tak dapat diterima oleh seseorang sehingga orang itu
memilih untuk tidak melaksanakan sesuatu sesuai dengan peraturan yang berlaku
tersebut.
Konflik ini pada hakekatnya meminta kesadaran orang untuk menaati peraturan yang ada atau memerlukan kesetiaan orang pada organisasi.
Konflik ini pada hakekatnya meminta kesadaran orang untuk menaati peraturan yang ada atau memerlukan kesetiaan orang pada organisasi.
2. Konflik antar
peranan (inter-role conflict),dimana orang menghadapi persoalan karena dia
menjabat dua atau lebih fungsi yang saling bertentangan. Konflik ini dapat
dihindari dengan mendefinisikan kembali tugas yang terlebih dahulu telah
dispesialisasikan dan dialokasikan pada seorang tertentu sehingga akibat
negative dwi fungsi diminimumkan.
3. Konflik yang timbul karena seseorang,harus memenuhi harapan beberapa orang ( intersender conflict ). Ini dapat dihindari denagn memperlakukan sama bagi semua pihak-pihak yang berkepentingan.
4. Konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan ( intrasender conflict ). Ini dapat dihindari dengan system informasi yang lebih baik serta adanya buku pedoman atau tujuan perusahaan.
3. Konflik yang timbul karena seseorang,harus memenuhi harapan beberapa orang ( intersender conflict ). Ini dapat dihindari denagn memperlakukan sama bagi semua pihak-pihak yang berkepentingan.
4. Konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan ( intrasender conflict ). Ini dapat dihindari dengan system informasi yang lebih baik serta adanya buku pedoman atau tujuan perusahaan.
Lima jenis
konflik (menurut pihak-pihak yang saling bertentangan)
A. Konflik dalam
diri individu
Yang terjadi
bila seseorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan
untuk melaksanakannya.
B. Konflik antar
individu dalam organisasi yang sama,
Dimana hal ini
sering diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan kepribadian.
C. Konflik antar
individu dan kelompok.
Yang berhubungan
dengan individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh
kelompok kerja mereka.
D. Konflik antar
kelompok dalam organisasi yang sama karena terjadi pertentangan kepentingan
antar kelompok.
E. Konflik antar
organisasi
Yang timbul
sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam system perekonomian suatu
Negara.
v
Berbagai
segi positif dalam konflik sebegai berikut :
1. Konflik
dalam:
· Perggantian pimpinan yang lebih berwibawa,penuh ide baru dan semangat baru.
· Perubahan tujuan organisasi yang lebih mencerminkan nilai-nilai yang disesuaikan dengan perubahan situasi dan kondisi.
· Pelembagaan konflik itu sendiri artinya konflik disalurkan tidak merusak susunan atau struktur organisasi.
2. Konflik dengan organisasi lain mungkin dapat :
·
Lebih mempersatukan para anggota organisasi.
·
Mendatangkan kehidupan baru di dalam hal tujuan
serta nilai organisasi
·
Lebih menyadarkan para anggota terhadap strategi
serta taktik lawan.
·
Sebagai suatu lembaga pengawasan masyarakat.
Bagaimanapun
juga, konflik merupakan suatu hal yang memakan pikiran,waktu,tenaga,dan
lain-lain untuk menyelesaikannya.kalau ini sering terjadi dan penyelesainnya
berlarut-larut akan memperlemah kedudukan pihak-pihak yang saling konflik dan
organisasi sebagai keseluruhan.
v
Sumber-sumber
konflik organisasional
Berbagai sumber
utama konflik organisasional dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Kebutuhan untuk membagi sumber daya – sumber daya yang terbatas.
1. Kebutuhan untuk membagi sumber daya – sumber daya yang terbatas.
Konflik ini
dapat timbul karena kelompok-kelompok organisasi bersaing untuk memperebutkan
bagian terbesar sumber daya – sumber daya yang tersedia.
2. Perbedaan – perbedaan
dalam berbagai tujuan.
Kelompok-kelompok
organisasi cenderung menjadikan terspesialisasi atau dibedakan karena mereka
mengembangkan berbagai tujuan,tugas dan personalia yang tidak
sama.perbedaan-perbedaan ini sering menyakibatkan konflik kepentingan atau
prioritas,meskipun tujuan organisasi sebagai keseluruhan telah disetujuin.
3. Saling
ketergantungan kegiatan-kegiatan kerja.
Konflik potensial
adalah terbesar apabila suatu unit tidak dapat mulai pekerjaannya karena harus
menunggu penyelesaian pekerjaan unit lain.
4. Perbedaan
nilai-nilai atau persepsi.
Perbedaan-perbedaan
tujuan diantara anggota berbagai satuan dalam organisasi sering berkaitan
dengan berbagai perbedaan sikap,nilai-nilai dan persepsi yang dapat menimbulkan
konflik.
5. Kemenduaan organisasional
5. Kemenduaan organisasional
Konflik antar
kelompok dapat juga berasal dari tanggungjawab kerja yang dirumuskan secara
mendua (ambiguous) dan tujuan-tujuan yang tidak jelas.
6. Gaya-gaya
individual.
Pada umumnya
konflik ini terjadi apabila para anggota kelompok sangat berbeda dalam hal
ciri-ciri seperti sifat kerja,umur dan pendidikan.
v
Konflik
antar pribadi
Salah satu
penanganan analitis konflik antar pribadi dapat diperoleh dengan mempelajari
berbagai cara berbeda yang dipergunakan seorang “pribadi” untuk berinteraksi
dengan pribadi-pribadi lain.
Menurut JENDELA
JOHARI pribadi seseorang terbagi menjadi 4 yaitu :
1. Pribadi
terbuka (open self),bentuk interaksi ini orang mengenal dirinya sendiri dan
orang lain.
2. Pribadi tersembunyi (hidden self),bentuk ini orang mengenal dirinya sendiri tetapi tidak mengenal pribadi orang lain.
2. Pribadi tersembunyi (hidden self),bentuk ini orang mengenal dirinya sendiri tetapi tidak mengenal pribadi orang lain.
3. Pribadi buta
(blind self),bentuk ini orang mengenal pribadi orang lain tetapi tidak mengenal
dirinya sendiri.
4. Pribadi tak
dikenal (undiscovered self),bentuk ini orang tidak mengenal baik dirinya
sendiri maupun orang lain.
Jendela johari
hanya mengemukakan berbagai kemungkinan pola antar pribadi,tetapi tidak
menggambarkan situasi-situasi konflik antar pribadi yang mungkin
terjadi.meskipun demikian jendela johari sangat berguna untuk menganalisa
situasi-situasi konflik tersebut.
Terdapat tujuh pedoman bagi pengadaan umpan balik untuk hubungan-hubungan antara pribadi yang efektif dapat diperinci sebagai berikut:
Terdapat tujuh pedoman bagi pengadaan umpan balik untuk hubungan-hubungan antara pribadi yang efektif dapat diperinci sebagai berikut:
A. Menjadi lebih
deskriptif daripada bersifat pertimbangan
B. Menjadi lebih
spesifik daripada umum
C. Menangani
hal-hal yang dapat diubah
D. Bemberi umpan
balik apabila diinginkan
E. Memperhatikan
motif-motif pemberian dan penerimaan umpan balik
F. Memberikan
umpan balik pada saat perilaku berlangsung
G. Memberikan
umpan balik bila akurasinya dapat dicek dengan orang-orang lain.
v
Konflik
organisasional
Dalm hal ini
litterer mengemukakan empat penyebab konflik organisasional yaitu antara lain:
1. Suatu situasi dimana tujuan – tujuan tidak sesuai
1. Suatu situasi dimana tujuan – tujuan tidak sesuai
2. Keberadaan
peralatan-peralatan yang tidak cocok atau alokasi-lalokasi sumber daya yang
tidak sesuai
3. Suatu masalah
ketidaktepatan status
4. Perbedaan
presepsi
v
Konflik structural
Dalam organisasi
klasik ada empat bidang structural dimana konflik sering terjadi:
A. Konflik hirarkis,yaitu konflik antara berbagai tingkatan organisasi
A. Konflik hirarkis,yaitu konflik antara berbagai tingkatan organisasi
B. Konflik
fungsional,yaitu konflik antara berbagai departemen fungsional organisasi.
C. Konflik
lini-staf,yaitu konflik antar lini dan staf.
D. Konflik
formal – informal,yaitu konflik antara organisasi formal dan informal.
v
Peranan
konflik dalam organisasi
Secara
tradisional,pendekatan terhadap konflik organisasional adalah sangat sederhana
dan optimistic.pendekatan tersebut didasarkan atas tiga anggapan sebagai
berikut:
1. Konflik menurut definisinya dapat dihindarkan
1. Konflik menurut definisinya dapat dihindarkan
2. Konflik
diakibatkan oleh para pembuat masalah, pengacau, dan primadona.
3. Bentuk-bentuk
wewenang legalistic seperrti ‘ berjalan melalui sluran-saluran ‘ atau
‘berpegang pada aturan ‘ Dan hasilnya berupa serangkaian anggapan baru tentang
konflik yang hamper persis berlawana dengan anggapan-anggapan tradisional:
1. konflik tidak
dapat dihindarkan
2. konflik
ditentukan oleh factor-faktor structural seperti bentuk phisik suatu
bangunan,desain struktur karier,atau sifat sistem kelas.
3. Konflik
adalah bagian integral sifat perubahan.
4. Konflik dapat
membantu atau menghambat pelaksanaan kegiatan organisasi dalam berbagai
derajat.
5. Tingkat konflik minimal adalah optimis. Atas dasar anggapan-anggapan diatas,manajemen konflik organisasional telah menggunakan suatu pendekatan baru.pendekatan yang cukup representative adalah tiga strategi dasar untuk mengurangi konflik organisasional yang dikemukan litterer yaitu:
5. Tingkat konflik minimal adalah optimis. Atas dasar anggapan-anggapan diatas,manajemen konflik organisasional telah menggunakan suatu pendekatan baru.pendekatan yang cukup representative adalah tiga strategi dasar untuk mengurangi konflik organisasional yang dikemukan litterer yaitu:
1. Penyangga
atau penengah dapat diletakkan diantara pihak-pihak yang sedang berkonflik.
2. Membantu pihak-pihak yang sedang konflik untuk menggembangan pandangan yang lebih baik tentang diri mereka dan cara mereka yang saling mempengaruhi.
2. Membantu pihak-pihak yang sedang konflik untuk menggembangan pandangan yang lebih baik tentang diri mereka dan cara mereka yang saling mempengaruhi.
3. Merancang
kembali struktur organisasi agar konflik berkurang.
v
Menghindari
konflik organisasi
Ada beberapa
cara untuk menghinadari konflik dalam suatu organisasi antara lain sebagai
berikut :
A. Pemimpin
organisasi harus memperhatikan sikap dan pendapat para anggoata organisasi agar
kegiatan yang terorganisasi secara efektif dalam pelaksanaannya.
B. Pemimpin harus member contoh yang baik dalam tindakan-tindakannya.
C. Dapat mempraktekkan evaluasi jabatan dapatlah dicapai pembenahan fungsi,kekuasaan, tanggungjawab serta pelaporannya.
B. Pemimpin harus member contoh yang baik dalam tindakan-tindakannya.
C. Dapat mempraktekkan evaluasi jabatan dapatlah dicapai pembenahan fungsi,kekuasaan, tanggungjawab serta pelaporannya.
D. Cara lain
dengan :
a. Prosedur kelah
b. kotak saran
c. kebijaksanaan pintu terbuka
b. pertemuan kelompok
e. rapat anggota dan sebagainya
b. kotak saran
c. kebijaksanaan pintu terbuka
b. pertemuan kelompok
e. rapat anggota dan sebagainya
v
Menyelesaikan
suatu konflik dalam organisasi
Bila keadaan
tidak saling mengerti serta situasi penilaian terdapat perbedaan antar anggota
organisasi itu makin parah sehingga konsesus sulit dicapai,maka konflikpun tak
dapat terelakkan.cara penyelesaiannya bisa dengan cara-cara dibawah ini:
1. Menggunakan
kekuasaan ( dalam hal yang baik dan lebih bijaksana)
2. Konfrontasi
(dengan meminta persetujuan semua pihak organisasi
3. Kompromi
(pihak yang satu mengorbankan sesuatu agar memuaskan pihak yang lain)
4. Menghaluskan
situasi
5. Pengunduran
diri dari organisasi.
Berbagai keadaan
yang menguntungkan suatu organisasi dalam menghadapi konflik adalah bila:
• Strukturnya dapat memperlancar proses saling tidak anggota dan kelompok
• Anggotanya mampu melaksanakan proses saling tidak yang efektif dan saling mempengaruhi
• Anggota yang satu mempercayai anggota yang lain,setia dan lain-lain.
Penyelesaian konflik dalam organisasi seperti itu sifatnya akan kreatif dan konstruktif dan inilah yang kita inginkan semua,yaitu tercapainya kesesuaian (conformity ) antar anggota dimana para anggota memperagakan sikap,perilaku dan tindakan yang harmonis.
• Strukturnya dapat memperlancar proses saling tidak anggota dan kelompok
• Anggotanya mampu melaksanakan proses saling tidak yang efektif dan saling mempengaruhi
• Anggota yang satu mempercayai anggota yang lain,setia dan lain-lain.
Penyelesaian konflik dalam organisasi seperti itu sifatnya akan kreatif dan konstruktif dan inilah yang kita inginkan semua,yaitu tercapainya kesesuaian (conformity ) antar anggota dimana para anggota memperagakan sikap,perilaku dan tindakan yang harmonis.
2. Pengertian Teori
Motivasi
Motivasi merupakan satu penggerak dari
dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi
juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan
menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses
untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia
telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan..
Motivasi dapat berupa motivasi
intrinsic dan ekstrinsic. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat
pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat
kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti
status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya.
Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan
yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang
termotivasi seperti status ataupun kompensasi.
Banyak teori motivasi yang
dikemukakan oleh para ahli yang dimaksudkan untuk memberikan uraian yang menuju
pada apa sebenarnya manusia dan manusia akan dapat menjadi seperti apa. Landy
dan Becker membuat pengelompokan pendekatan teori motivasi ini menjadi 5
kategori yaitu teori kebutuhan,teori penguatan,teori keadilan,teori
harapan,teori penetapan sasaran.
A. TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW
(1943-1970)
Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.
• Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
• Kebutuhan rasa aman (merasa
aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
• Kebutuhan akan rasa cinta dan
rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
• Kebutuhan akan penghargaan
(berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)
• Kebutuhan aktualisasi diri
(kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik:
keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan
kepuasan diri dan menyadari potensinya) Bila makanan dan rasa aman sulit
diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi tindakan seseorang dan
motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang signifikan. Orang hanya akan
mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika dan intelektual, jika
kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya
ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang anggotanya masih harus
bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman.
B. TEORI MOTIVASI HERZBERG (1966)
Menurut Herzberg (1966), ada dua
jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan
menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene
(faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene
memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya
adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya
(faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk
berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement,
pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).
C. TEORI MOTIVASI DOUGLAS
McGREGOR
Mengemukakan dua pandangan
manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif), Menurut teori x empat
pengandaian yag dipegang manajer
a.
karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya
tidak menyukai kerja
b. karyawan
tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk
mencapai tujuan.
c. Karyawan
akan menghindari tanggung jawab.
d. Kebanyakan
karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.
Kontras dengan pandangan negative
ini mengenai kodrat manusia ada empat teori Y :
- karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya
seperti istirahat dan bermain.
- Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan
diri jika mereka komit pada sasaran.
- Rata rata orang akan menerima tanggung jawab.
- Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif.
D. TEORI MOTIVASI VROOM (1964)
Teori dari Vroom (1964) tentang
cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan
melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil
dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya
motivasi seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:
·
Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu
tugas
·
Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang
akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas
untuk mendapatkan outcome tertentu).
·
Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti
perasaan posistif, netral, atau negatif.Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan
sesuatu yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang
dari yang diharapkan
E. Achievement TheoryTeori
achievement Mc Clelland (1961),
yang dikemukakan oleh Mc Clelland (1961),
menyatakan bahwa ada tiga hal penting yang menjadi kebutuhan manusia, yaitu:
• Need for achievement (kebutuhan
akan prestasi)
• Need for afiliation (kebutuhan
akan hubungan sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow)
• Need for Power (dorongan untuk
mengatur)
F. Clayton Alderfer ERG
Clayton Alderfer mengetengahkan
teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan manusia akan keberadaan
(exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth). Teori ini
sedikit berbeda dengan teori maslow. Disini Alfeder mngemukakan bahwa jika
kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat dipenuhi maka manusia akan
kembali pada gerakk yang fleksibel dari pemenuhan kebutuhan dari waktu kewaktu
dan dari situasi ke situasi.
3. Contoh Kasus
Contoh konflik pada organisasi
dapat dilihat dari organisasi tertua di Indonesia yaitu HMI . Sejalan dengan
perkembangan waktu, HMI terbelah menjadi dua pasca diselenggarakannya Kongres
ke-15 HMI di Medan pada tahun 1983. Pada tahun 1986,
HMI yang menerima azas tunggalPancasila dengan
pertimbangan-pertimbangan politis beserta tawaran-tawaran menarik lainnya, rela
melepaskan azas Islam sebagai azas organisasnya. Selanjutnya HMI pihak ini
disebut sebagai HMI DIPO,
dikarenakan bersekretariat di Jalan Pangeran Diponegoro Jakarta. Sedangkan HMI
yang tetap mempertahankan azas Islam kemudian dikenal dengan istilah HMI MPO(Majelis Penyelamat
Organisasi).
Karena alasan untuk menyelamatkan
HMI dari ancaman pembubaran oleh rezim Orde Baru, maka melalui Kongres Padang disepakatilah
penerimaan asas tunggal Pancasila.Penerimaan
azas Pancasila di Padang sebenarnya bermula dengan telah adanya penafsiran
pasal 28 UUD 45 tentang kebebasan berserikat dan berkumpul yang ditafsirkan
sebagai undang unadang keormasan. Masalah mendasar bagi para kader HMI Padang
adalah hasil kongres Palembang 10 Oktober 1971 tentang masuknya PancaSila
kedalam mukaddimah AD/ART HMI. karena sudah masuk di mukaddimah, sedangkan
mukaddimah harus menjiwai batang tubuh, maka senior HMI Padang pada waktu itu
merasa tidak keberatan kalau PancaSila dimasukan kedalam batang tubuh sebagai
Azaz, dengan persyaratan alenia I pada mukaddimah AD/ART HMI tidak berobah
" bahwa sesungguhnya Allah swt telah menurunkan Islam sebagai ajaran yang
haq ke permukaan bumi" Setelah penerimaan azas tunggal itu, HMI yang
bermarkas di Jalan Diponegoro sebagai satu-satunya HMI yang diakui oleh negara.
Namun pada Kongres Jambi 1999, HMI (DIPO) kembali ke kepada
asas Islam. Namun demikian, HMI DIPO dan HMI MPO tidak bisa disatukan lagi,
meski azasnya sudah sama-sama Islam. Perbedaan karakter dan tradisi
keorganisasian yang sangat besar di antara keduanya, membuat kedua HMI ini
sulit disatukan kembali. HMI DIPO nampak lebih berwatak akomodatif dengan
kekuasaan dan cenderung pragmatis, sementara HMI MPO tetap mempertahankan sikap
kritisnya terhadap pemerintah. Sampai saat ini, HMI merupakan salah satu
organisasi mahasiswa terbesar dan tertua di Indonesia.
Refrensi :

No comments:
Post a Comment